Catatan Workshop Regional Meeting
Posting : 02 May 2013      Pengunjung : 1505

Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan diakui telah  memberikan manfaat bagi masyarakat di perdesaan. Untuk menjawab perkembangan yang terjadi dilapangan, sejumlah Konsultan  Pusat dan Regional Propinsi wilayah Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali bertemu dalam acara workshop di Malang,  tanggal 25 April hingga berakhir 30 April 2013 dengan penyelenggara PT Kogas Driyap. Peserta diikuti lebih kurang 60 orang konsultan.

Direktur Kelembagaan dan Program Pelatihan Dirjen Pemberdayaan Masyarakat Pusat Kun Wildan, dalam sambutannya di hadapan jajaran RMC IV  menegaskan Jateng, DIY, Jatim dan Bali merupakan barometer program PNPM. Karena itu untuk menjawab tantangan dan dinamisasi  masyarakat jajaran RMC IV mesti lebih peka dan jeli dalam menyerap isu strategis.  

Isu strategis yang perlu di tarik benang merahnya adalah masalah program yang terkait dengan  Manajemen Informasi, infrastruktur,sumber daya manusia,finance mikro, informasi, komunikasi, edukasi, sistem pengaduan dan penanganan masalah dan training. Dan semua itu tercakup dalam tugas pokok dan fungsi dari setiap spesialis yang dinakodai Koordinator Provinsi (Korprov). 

Rangkaian acara terangkum dalam tiga tahap. Pertama paparan umum dari MNC  yang di ikuti RMC IV,Jajaran Korprov Bali, Jatim, Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta.   Kedua, pembagian kelas sesuai dengan bidang spesialisasi  di lingkup provinsi, dan ketiga paparan dari setiap specialis yang ada di RMC IV.

Saat paparan MIS yang di angkat isu strategis bahwa lalulintas data yang dikirim dari kecamatan, kabupaten dan sampai ke provinsi yang mengalami keterlambatan selain perlu di validasi lagi keakuratannya. Untuk itu jajaran Faskab dan spesialis yang ada di harap turut dalam memperkuat validasi data yang ada.

Bidang HRD menyoroti isu strategis pengisian kekosongan fasilitator kecamatan karena ditemui rendahnya minat untuk menempati lokasi yang sulit dan menegaskan tentang evaluasi kinerja.

Bidang Infrastruktur menyoroti isu strategis pembuatan desaian dan rab perlu dioptimalkan pada peran kader teknik desa. Selain itu dalam perencanaan lebih diarahkan pada peningkatan ekonomi, pendidikan dan kesehatan masyarakat, serta pentingnya kader teknik dan pentingnya aspek pemeliharaan hasil pembangunan yang ditunjang dengan penyebaran komunikasi kepada masyarakat.

Bidang monev menegaskan isu strategis, laporan progress program regular belum seluruhnya di lakukan analisa berjenjang (tim propinsi dan rmc) serta pengendalian DOK masih rendah.

Bidang informasi, komunikasi dan edukasi dalam paparannya  mengetengahkan burning isu, bahwa bidang IEC meski bisa tampil beda dalam memberikan warna tentang penyebaran informasi keberhasilan program. Keberadaan papan informasi di tiap desa yang menyajikan informasi aktual terkait keprograman mesti di update secara berkala. Disamping itu penyebaran informasi melalui media internal dan eksternal menjadi target strategis untuk memperluas jaringan kalayak. Nah tentunya itu perlu didukung dengan pelaku dari level propinsi, kabupaten, hingga kecamatan dan desa.

Laporan IEC Bali

Berita Terkait


  • Bangka Belitung Kembali Gelar Pelatihan Pra-tugas [...]
  • DIY Kembali Gelar Rakor Provinsi [...]
  • Gubernur Sulsel Buka Rakor PNPM Perdesaan [...]
  • Lagu [...]
  • Langkah Awal Workshop Penyusunan Modul RBM PNPM Mandiri Perdesaan Tana Toraja [...]

home gallery profile portfolio gallery home
TNP2K KEMENKOKESRA BAPPENAS KEMENKEU KEMENDAGRI WORLD BANK






Konsultan Manajemen Nasional Komp. Bungur Indah No.1, Jl. Bungur, Kemang Utara Jakarta 12730
Copyright 2012 pnpm-pedesaan.or.id. All rights reserved.